Kamis, 08 Oktober 2015

Anak guru agama




Sesuai dengan judul blog ini kali ini saya ingin bercerita sedikit mengenai hidup sebagai anak dari seorang guru agama

Guru siapa yang tidak tau adalah orang yang yang mengabdikan dirinya dengan membuat orang lain menjadi pandai, begitu pula dengan guru agama malahan pandangan masyarakat terhadap guru agama bias dikatakan lebih karena bertugas mengajarkan kebaikan, budi pekerti, tingkah laku yang baik dan sebagainya.

Nah disitulah letak hal-hal yang harus di perhatikan, saya memiliki banyak teman yang juga anak dari guru baik itu guru umum maupun guru agama, dimana kami dari kecil diajarkan serta di didik dalam hal berperilaku, berbicara dan sebagainya,

Namun seiring perjalanan waktu banyak dari kami mulai berubah, kata orang semakin kita besar maka segala tingkah laku kita menjadi lebih baik, menurut saya tidak semuanya seperti itu, kenyataannya berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan orang, teman saya banyak yang mulai mengecewakan orang tuanya dengan perubahan sikap mereka dimaman teman-teman yang pada saat kecilnya selalu juara dalam kegiatan keagamaan dan orang tuanya terkenal dengan pendidikan agama yang tinggi dalam keluarga, tapi pada akhirnya dia berubah menjadi pembuat kerusuhan, berandalan dan sering membawa berita tidak baik di telinga, sehingga membuat kecewa banyak pihak terutama orang tua dan keluarga.

Kalau di pikir ngapain ngomongin orang aja ya heeee,… 

Kalau saya pribadi biasa saja, ni kata orang ya bukan kata saya pribadi,

Kalau tetangga dan masyarakat lain bilangnya saya anaknya rajin, baik dll, bukannya nyombongkan diri tapi memang itu kenyataannya, coba pikir bagaimna tidak seperti itu, bapak saya sebagai guru agama selalu mengajarkan nilai agama dan praktek dalam kehidupan sehari bukan hanya sekedar teori, dan yang paling penting diajarkan sadar diri, bersyukur, dan sabar. Pesan dari kedua orang tua yang penting nurut nasehat kedua orang tua saling menghormati dan tenggang rasa.

Sadar tak sadar sebagai anak guru apalagi guru agama memiliki banyak aturan dan hal-hal yang harus di jaga serta di perhatikan bahkan terkadang sering merasa terikat tanpa tali oleh status orang tua dan status sebagai anak guru, tapi dari semua hal yang di alami muncul kesadaran bahwa harus bisa menjaga tingkah laku demi menjaga nama baik orang tua. Karena apabila tidak sadar lingkungan  serta mamahami situasi maka akan terjadi penyimpangan tingkah laku kearah negative  yang pada akhirnya menyebabkan penyesaan dan kekecewaan,

Haloooo ingat penyesalan selalu datang di belakang, kalau di awal namanya pendaftaran,.
Jadi sebelum penyesalan itu muncul maka perlu adanya rasa sadar diri,…. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar