Sesuai dengan judul blog ini kali ini saya ingin
bercerita sedikit mengenai hidup sebagai anak dari seorang guru agama
Guru siapa yang tidak tau adalah orang yang yang
mengabdikan dirinya dengan membuat orang lain menjadi pandai, begitu pula
dengan guru agama malahan pandangan masyarakat terhadap guru agama bias
dikatakan lebih karena bertugas mengajarkan kebaikan, budi pekerti, tingkah
laku yang baik dan sebagainya.
Nah disitulah letak hal-hal yang harus di
perhatikan, saya memiliki banyak teman yang juga anak dari guru baik itu guru
umum maupun guru agama, dimana kami dari kecil diajarkan serta di didik dalam
hal berperilaku, berbicara dan sebagainya,
Namun seiring perjalanan waktu banyak dari kami
mulai berubah, kata orang semakin kita besar maka segala tingkah laku kita
menjadi lebih baik, menurut saya tidak semuanya seperti itu, kenyataannya
berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan orang, teman saya banyak yang
mulai mengecewakan orang tuanya dengan perubahan sikap mereka dimaman
teman-teman yang pada saat kecilnya selalu juara dalam kegiatan keagamaan dan
orang tuanya terkenal dengan pendidikan agama yang tinggi dalam keluarga, tapi
pada akhirnya dia berubah menjadi pembuat kerusuhan, berandalan dan sering
membawa berita tidak baik di telinga, sehingga membuat kecewa banyak pihak
terutama orang tua dan keluarga.
Kalau
di pikir ngapain ngomongin orang aja ya heeee,…
Kalau saya pribadi biasa saja, ni kata orang ya
bukan kata saya pribadi,
Kalau tetangga dan masyarakat lain bilangnya saya
anaknya rajin, baik dll, bukannya nyombongkan diri tapi memang itu
kenyataannya, coba pikir bagaimna tidak seperti itu, bapak saya sebagai guru
agama selalu mengajarkan nilai agama dan praktek dalam kehidupan sehari bukan
hanya sekedar teori, dan yang paling penting diajarkan sadar diri, bersyukur,
dan sabar. Pesan dari kedua orang tua yang penting nurut nasehat kedua orang
tua saling menghormati dan tenggang rasa.
Sadar tak sadar sebagai anak guru apalagi guru agama
memiliki banyak aturan dan hal-hal yang harus di jaga serta di perhatikan bahkan
terkadang sering merasa terikat tanpa tali oleh status orang tua dan status
sebagai anak guru, tapi dari semua hal yang di alami muncul kesadaran bahwa
harus bisa menjaga tingkah laku demi menjaga nama baik orang tua. Karena
apabila tidak sadar lingkungan serta
mamahami situasi maka akan terjadi penyimpangan tingkah laku kearah negative yang pada akhirnya menyebabkan penyesaan dan
kekecewaan,
Haloooo ingat penyesalan selalu datang di belakang,
kalau di awal namanya pendaftaran,.
Jadi sebelum penyesalan itu muncul maka perlu adanya
rasa sadar diri,….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar