Hidup merupakan sebuah kesempatan yang sangat
berharga yang di berikan oleh tuhan, tidak ada kehidupan yang selalu
menyenangkan pastinya memiliki ritme dalam perjalanannya, hari demi hari selalu
berubah dan cerita hari ini tidak sama dengan cerita esok serta kemarin,
masalah baik buruk hari esok tergantung bagaimana cara kita mengarahkannya,
Inilah saya apa adanya yang harus selalu di syukuri,
terlahir dalam sebuah keluarga seorang pendidik apalagi dalam bidang kerohanian
membuat segala sesuatu yang saya lakukan berdasarkan aturan serta tatanan yang
berlalu baik di keluarga maupun di keluarga, setiap orang berbeda dan memiliki
karakternya sendiri itu adalah sebuah realita yang selalu saya yakini dan di
tekankan oleh kedu orang tua
Terkadang saya merasa dalam beberapa hal dengan
teman-teman yang lain, dulu masalah terbesar yang paling sering membuat emosi
adalah ketika di ejek ataupun di panggil ngondek, bencong banci atau apalah
tapi seiring perjalanan waktu hal tersebuta mulai menjadi angin berlalu seperti
pribahasa anjing menggonggong kapila berlalu.
Saya sadar akan kekurangan yang saya miliki, yang
membuat saya tetap kuat adalah orang tua, saudara dan sahabat, saya adalah tipe
anak penurut, dimana dalam keluarga tidak pernah diajarkan berkata kasar apalagi
berprilaku buruk, banyak hal yang sering di ingatkan oleh orang tua diantaranya
jangan merokok, minum minuman keras, keluar malam dan sebagainya, apalagi
berkelahi itu adalah hal yang tidak pernah saya lakukan bahkan saya tidak tau
sensasi mukul orang seperti apa , karena mengingat pesan dari orang tua tanpa
sadar sedikit demi sedikit membangun kepribadian yang disebut orang ngondek
itu,
Kedua orang tua tidak pernah mengajarkan yang
namanya marah, seringkali apabila marah ataupun kecewa semuanya di pendam itu
pesan kedua orang tua,
Hari demi hari sering tersirat di pikiran mengenai
perkataan orang terhadap saya, saya sadar merubah bisa tapi secara permanen
membutuhkan waktu yang lama bahkan mustahil, tapi saya menerima keadaan saya
apa adanya.
Pernah suatu hari sebuah pertanyaan saya lontarkan
kepada orang tua dan saudara pada saat kumpul keluarga yaitu “apa bapak, ibu apa kalian tidak malu
mempunya anak seperti saya, banyak yang mengatakan kalau saya…..”
Pertanyaan itu di jawab oleh bapak dan ibu dengan iti yang sama yaitu “untuk apa kami malu, kamu adalah anak kami,
tidak usa mendengan perkataan orang, bagaimana kamu dan seperti apa kamu, bapak
dan ibu malahan bersyukur punya anak yang mau mendengarkan perkataan orang
tuanya , itu adalah hal yang paling penting bagi orang tua, di luar sana banyak
anak yang tidak mau mendengarkan perkataan orang tua, dan seringkali membuat
kecewa dan sangat malu kedua orang tuanya” masih panjang lagi penjelasan
dari bapak dan ibu begitupun dengan keluarga yang lain.
Jawaban mereka membuat saya semakin semangat
menjalani hari-hari heeeeee,….
Kalau di pikir-pikir jawaban kedua orang tua saya
ada benarnya juga, diluar sana banyak anak yang tidak menuruti perkataan orang
tuanya dan bahkan mempermalukan orang tua mereka di mata masyarakat, saya sadar
kalau saya sedikit…….. Tapi walaupun demikian saya bersyukur dengan apa adanya
diri saya.
Bagaimanapun kita, itu adalah kehendak tuhan dan
kita harus menerima diri kita apa adanya, jangan pernah menyesali keadaan kita,
perkataan buruk orang adalah pemicu semangat dalam menjalani hidup, hidup harus
dijalani sebaik-baiknya, orang bilang takdir tidak dapat di ubah tapi takdir
bisa kira arahkan kearah yang lebih baik, itu semua tergantung bagaimana cara
kita menjalaninya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar