Sekedar bercerita tentang kisah
kami yaitu aku, orang tua , saudara dan keluarga, kedua orang tuaku memiliki
pekerjaan sebagai guru bahkan kakak dan paman semuanya adalah guru kecuali
tanteku, semua orang sering memandang lebih karena pekerjaan orang tuaku adalah
guru, padahal sama saja dengan orang lain mungkin kedengaran sombong tapi itu
hanya kedengarannya saja padahal kenyataannya sama saja dengan masyarakat
biasa. bahkan kalau di pikir banyak pekerjaan yg lebih sukses di bandingkan
pegawai negeri
Bapak seorang guru agama dan ibu
seorang guru TK yang bersetatus honorer semenjak aku kelas 5 SD, enak ya,...
jadi anak pegawai negeri.. itu kata-kata yang sering saya dengar dari teman dan
orang-orang diluar sana, tapi hanya senyum yang dapat saya gunakan untuk
membalasnya karena senyum dapat menutupi semua kenyataan yang sebenarnya apakah
itu sedih, senang dan sebagainya, realitanya tidak semua pegawai negeri itu
dapat dikategorikan sukses, kita tidak pernah tau dasar mereka sebelum menjadi
pegawai negeri baik dari segi finansial maupun pengetahuan lainnya,
Ya,... kalau keluarga saya
semuanya berawal dari nol,kedua orang tua saya sangat suka menceritakan kisah
masa lalunya pada aku dan kakaku walaupun membosankan serta berulang tapi kami
tetap senang mendengarkannya.kisah semua dari cerita ke dua orang tua, bapak
menjadi pegawai negeri berawal dari hobinya merantau keliling Indonesia, dan
akhirnya terhenti di tempat sekarang dia menjadi guru yaitu Sulawesi, berawal
dari mengikuti kegiatan penyetaraan pendidikan di sana dan kemudian mendapat
lowongan pengangkatan menjadi guru dan lowongan menjadi suami dari ibu . cie
ehem,... ehem,....
Bermodalkan tekad itulah yang
digunakan oleh kedua orang tua untuk membesarka aku dan kakakku karena
bermodalkan merantau kedua orang tuaku sudah menjadi mandiri sejak dulu dan
tidak tergantung pada kakek dan nenek, maklum latar belakang kedua pasang kakek
serta nenek berasal dari keluarga tak mampu dengan kehidupan ekonomi pas-pasan
makanya kedua orang tuaku sampai merantau.
melalui cerita mereka kami
belajar, bahwa semua yang kami miliki sekarang patut kami syukuri karena sudah
dapat dikatakan cukup, sudah lebih di bandingkan kehidupan orang tua kamu
dulunya baik dari segi tempat tinggal dan yang lainnya.
Ada banyak hal yang sering
membuat saya merasa iri pada orang lain, sempat tersirat dalam pikiran, mengapa
saya tidak bisa memiliki ataupun diberikan sesuatu seperti yang dimiliki orang
lain, tapi saya sadar bahwa semua yang kami miliki sekarang semua mulai dari
nol, tidak seperti orang lain yang tinggal melanjutkan sesuatu yang telah ada,
kedua orang tuaku membangun rumah yang kami tempati sekarang semua berasal dari
pinjaman bank, dengan pemotongan gajih bapak sebagai pegawai negeri, jadi tidak
semua pegawai negeri itu katanya makmur,.....
Kalau di ingat termasuk
bagaimana ya mengatakan kehidupan ku sebagai anak pegawai negeri, kalau mau
minta sesuatu kepada orang tua tidak pernah berani, dan pokoknya tidak bisa di
jelaskan dengan kata-kata, sesuatu yang paling sering di ajarkan oleh kedua
orang tua adalah merasakan sebuah proses dari awal sampai akhir, dimana sebuah
usaha itu penting dalam memperoleh sesuatu dari awal. namum walaupun demikian
ku sadar bahwa hidupku itu sudah sangat baik karna kita tidak seharusnya selalu
memandang ke atas dan harus lebih sering memandang ke bawah sebagai penyemangat
dalam menjalankan apa yang kita lakukan, karena yang kita perlukan dalam hidup
ini adalah kita bisa memahami apa yang ada di sekitar kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar