Rabu, 07 Oktober 2015

Mulai dari Awal


Sekedar bercerita tentang kisah kami yaitu aku, orang tua , saudara dan keluarga, kedua orang tuaku memiliki pekerjaan sebagai guru bahkan kakak dan paman semuanya adalah guru kecuali tanteku, semua orang sering memandang lebih karena pekerjaan orang tuaku adalah guru, padahal sama saja dengan orang lain mungkin kedengaran sombong tapi itu hanya kedengarannya saja padahal kenyataannya sama saja dengan masyarakat biasa. bahkan kalau di pikir banyak pekerjaan yg lebih sukses di bandingkan pegawai negeri
Bapak seorang guru agama dan ibu seorang guru TK yang bersetatus honorer semenjak aku kelas 5 SD, enak ya,... jadi anak pegawai negeri.. itu kata-kata yang sering saya dengar dari teman dan orang-orang diluar sana, tapi hanya senyum yang dapat saya gunakan untuk membalasnya karena senyum dapat menutupi semua kenyataan yang sebenarnya apakah itu sedih, senang dan sebagainya, realitanya tidak semua pegawai negeri itu dapat dikategorikan sukses, kita tidak pernah tau dasar mereka sebelum menjadi pegawai negeri baik dari segi finansial maupun pengetahuan lainnya,
Ya,... kalau keluarga saya semuanya berawal dari nol,kedua orang tua saya sangat suka menceritakan kisah masa lalunya pada aku dan kakaku walaupun membosankan serta berulang tapi kami tetap senang mendengarkannya.kisah semua dari cerita ke dua orang tua, bapak menjadi pegawai negeri berawal dari hobinya merantau keliling Indonesia, dan akhirnya terhenti di tempat sekarang dia menjadi guru yaitu Sulawesi, berawal dari mengikuti kegiatan penyetaraan pendidikan di sana dan kemudian mendapat lowongan pengangkatan menjadi guru dan lowongan menjadi suami dari ibu . cie ehem,... ehem,....
Bermodalkan tekad itulah yang digunakan oleh kedua orang tua untuk membesarka aku dan kakakku karena bermodalkan merantau kedua orang tuaku sudah menjadi mandiri sejak dulu dan tidak tergantung pada kakek dan nenek, maklum latar belakang kedua pasang kakek serta nenek berasal dari keluarga tak mampu dengan kehidupan ekonomi pas-pasan makanya kedua orang tuaku sampai merantau.
melalui cerita mereka kami belajar, bahwa semua yang kami miliki sekarang patut kami syukuri karena sudah dapat dikatakan cukup, sudah lebih di bandingkan kehidupan orang tua kamu dulunya baik dari segi tempat tinggal dan yang lainnya.
Ada banyak hal yang sering membuat saya merasa iri pada orang lain, sempat tersirat dalam pikiran, mengapa saya tidak bisa memiliki ataupun diberikan sesuatu seperti yang dimiliki orang lain, tapi saya sadar bahwa semua yang kami miliki sekarang semua mulai dari nol, tidak seperti orang lain yang tinggal melanjutkan sesuatu yang telah ada, kedua orang tuaku membangun rumah yang kami tempati sekarang semua berasal dari pinjaman bank, dengan pemotongan gajih bapak sebagai pegawai negeri, jadi tidak semua pegawai negeri itu katanya makmur,.....
Kalau di ingat termasuk bagaimana ya mengatakan kehidupan ku sebagai anak pegawai negeri, kalau mau minta sesuatu kepada orang tua tidak pernah berani, dan pokoknya tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata, sesuatu yang paling sering di ajarkan oleh kedua orang tua adalah merasakan sebuah proses dari awal sampai akhir, dimana sebuah usaha itu penting dalam memperoleh sesuatu dari awal. namum walaupun demikian ku sadar bahwa hidupku itu sudah sangat baik karna kita tidak seharusnya selalu memandang ke atas dan harus lebih sering memandang ke bawah sebagai penyemangat dalam menjalankan apa yang kita lakukan, karena yang kita perlukan dalam hidup ini adalah kita bisa memahami apa yang ada di sekitar kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar